Advertisement
SIDOARJO, Teropong Kota.Id – Lesunya aktivitas perdagangan di Pasar Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi sorotan para pedagang. Sepanjang 2026, penurunan daya beli dan minimnya transaksi dinilai semakin menekan keberlangsungan usaha, mulai dari pedagang sayur, pakaian, elektronik, kosmetik, emas, hingga pedagang asongan.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada omzet, tetapi juga menggerus pendapatan harian pedagang yang selama ini menjadi tumpuan pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Rabu (4/11/2026), sejumlah pedagang mengeluhkan situasi pasar yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan.
Nanang Fanani, pedagang elektronik setempat, mengungkapkan bahwa tren penurunan aktivitas jual beli, khususnya di kawasan pasar loak, telah berlangsung sejak awal tahun dan masih berlanjut hingga saat ini.
Menurut Nanang, penurunan transaksi berimbas langsung pada pendapatan yang diperoleh setiap hari. Jika sebelumnya ia mampu mengantongi keuntungan sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per hari, kini pendapatannya merosot tajam, bahkan hanya berkisar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.
“Penurunan pendapatan kami ini sangat berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan hidup keluarga dan biaya kontrak lokasi,” ujar Nanang.
Situasi tersebut, lanjutnya, menjadi tantangan serius bagi para pelaku usaha kecil yang harus tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya aktivitas pasar. Biaya operasional yang terus berjalan tidak sebanding dengan pendapatan yang semakin terbatas.
Nanang berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk menghidupkan kembali geliat perdagangan di Pasar Sepanjang. Menurutnya, diperlukan intervensi strategis, mulai dari penataan kawasan, peningkatan daya tarik pasar, hingga stimulus yang mampu mendorong aktivitas ekonomi dan mengembalikan kepercayaan konsumen.
“Kami berharap ada campur tangan pemerintah untuk segera membenahi dan menyiasati lemahnya transaksi jual beli ini agar kondisinya menjadi lebih baik,” harapnya.
Lesunya Pasar Sepanjang menjadi gambaran tantangan yang dihadapi sektor perdagangan rakyat di tengah dinamika ekonomi. Revitalisasi pasar, penguatan ekosistem usaha mikro dan kecil, serta sinergi antara pemerintah, pengelola pasar, dan pedagang dinilai menjadi langkah penting untuk mendorong pemulihan ekonomi lokal sekaligus menjaga keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.
