Iklan

redaksi
Minggu, 01 November 2026, 02:14 WIB
Last Updated 2026-10-31T19:23:57Z
HukrimInternasionalNasionalPeristiwaRegionalReligiSeni dan BudayaTerkiniUtama

Putri Desa Galis Kini Resmi Menyandang Gelar Sarjana Kebidanan

Advertisement

 

Bangkalan, TeropongKota.id - Siang hingga sore yang penuh berkah pada hari Sabtu, 31 Oktober 2026 ini, menjadi kenangan yang tak akan terlupakan bagi keluarga besar serta warga Desa Galis, Bangkalan. Sebuah kebanggaan yang luar biasa hadir di tengah-tengah masyarakat, seiring dengan berhasilnya salah satu putri terbaik desa ini menuntaskan perjuangan panjangnya di bangku pendidikan tinggi. Sabtu, 31 Oktober 2026 — Desa Galis, Bangkalan.


Ulya Nuril Izzati, putri pertama dari Almarhum Mujiburrohman. Ahmad Romli Ibnu Rofiih mengucapkan selamat atas resmi menyandang gelar Sarjana Kebidanan (S.Keb) setelah dinyatakan lulus dengan memuaskan dari Universitas Noor Huda Mustofa, Bangkalan.


Keberhasilan ini bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah. Ini adalah buah dari keringat, air mata, kesabaran, serta tekad yang tak pernah goyah meski berbagai rintangan datang menghadang. Tumbuh dan besar di tengah kesederhanaan kehidupan masyarakat pedesaan. Semangat belajar yang tak pernah surut, disertai doa-doa tulus dari keluarga tercinta, menjadikan setiap langkah perjuangannya senantiasa diberkahi.


Dengan mata yang berkaca-kaca dan hati yang penuh syukur,  Ahmad Romli Ibnu Rofiih anak desa Galis menyampaikan harapan serta doa tulusnya untuk adik tercinta:


"Semoga Ulya tetap melejit, terus melenting dan terus berkarya di dunia kesehatan. Semoga ilmu yang telah kau perjuangkan ini kelak menjadi amal yang bermanfaat bagi sesama — sebagaimana pesan yang senantiasa digaung-gaungkan oleh Almarhum Ayahandamu, Mujiburrohman, bahwa hidup yang paling bermakna adalah ketika kita bisa berguna bagi orang lain."


Sangatlah wajar jika keberhasilan ini dirayakan dengan haru. Di balik keberhasilan Ulya, tersimpan kenangan indah tentang sosok Almarhum Ayahanda yang selalu mendukung dan mendoakan anak-anaknya. Meski kini beliau telah tiada, semangat dan harapan yang beliau tanamkan terus hidup dan menjadi kekuatan yang mengantarkan putri tercintanya hingga di titik keberhasilan ini. Keberhasilan ini juga adalah persembahan terindah untuk beliau — bukti bahwa didikan, harapan, serta doa-doanya tidak pernah sia-sia.


Menjadi seorang tenaga kesehatan adalah pilihan mulia. Ulya kini memegang amanah yang besar: untuk mengabdi, melayani, dan membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan, khususnya bagi kaum ibu dan anak yang menjadi pusat perhatian dalam dunia kebidanan. Semoga gelar yang disandang ini bukan sekadar lambang keberhasilan akademis semata, tetapi menjadi cermin tanggung jawab yang besar dalam menjalankan tugas kelak.


Kepada Ulya Nuril Izzati, seluruh keluarga besar bani khatib, kerabat, serta warga Desa Galis turut berbangga dan mendoakan. Teruslah berjalan dengan rendah hati, tetaplah menjadi cahaya bagi sesama, dan jangan pernah lupa dari mana engkau berasal. Semoga setiap langkahmu senantiasa dilindungi, setiap karyamu diberkahi, dan semoga keberhasilan di masa depan selalu menyertaimu.


penulis: red